Cintaku Dalam Diam Terus Menggema

Ms Juli - Bekasi 

Menderu naik turun cinta dalam rinduku yang selalu terkoyak oleh api cemburu namun tak pernah kau tuntaskan. Kadang manis seperti cokelat hitam yang selalu kumakan untuk menahan berat badanku karena terus meroket oleh amarahku. Pahit menyiksa melebur rindu yang kugadang dalam angan sejak lama namun tak terlampiaskan. 

Harus apa aku mempertahankan asmara ini agar terus bersemi dalam cintamu yang selalu kau tarik bila kujauh darimu. Lelah airmata ini menggenang mengakibatkan mata pandaku semakin melebar karena takhluk di bantal sambil berderai. Sementara bahagiamu melupakan aku dalam skenario agenda harianmu yang bergelimang remah cinta dayang-dayang. 

Luka semakin menganga meronta hingga tak stabil grafik cinta dalam cumbu impianku. Selalu ada bahan untuk pertengkaran kita yang tak pernah usai diciptakan sejak merajut bahtera asmara. Cemburumu malah lebih besar memasungku dalam bingkai alasan tak berwaktu ketika semakin ingin menjauh darimu. Seperti layangan yang tak henti kau tarik ulur tanpa kepastian masa depan kuharapkan memikat mendamaikan letupan gejolak meronta. 

Terlalu ego dirimu mengakui bahwa aku adalah cinta sejatimu atas nama masa lalu yang tak pernah bisa kau maafkan. Melarikan diri di antara bayang-bayang pemikat yang selalu berusaha menggodamu untuk lari dariku. Mengunci hatimupun hanya untukku satu-satunya perempuanmu dalam hidupmu belum kau kabulkan. Wajar jika aku terus berlari dan kembali berlari tak ingin membersamaimu. Nantikan saja aku, di batas penantian egomu bila telah mengakui bahwa cintamu hanya milikku. 

#prosa
#trainingpuisiJA
#msjulimenorehaksara

Posting Komentar

1 Komentar