Kemenangan Itu Akhirnya Tiba


Assalamualaikum, sahabat. 

Alhamdulillah ms Juli ingin berbagi kebahagiaan, hari ini kerinduan untuk bisa dan boleh melaksanakan shalat Ied Fitri 1442H di masjid Al-Ikhlas dekat rumah seperti biasa. Bisa terlaksana juga. Kita berkumpul di sini tak lain karena panggilan dan takbir Allah pada hari, sholawat dan salam disampaikan kepada junjungan nabi besar Muhammad Saw, menjadi tanda pada Allah bahwa kita umatnya yang mencintai rosul-Nya. 
Seluruh angkasa raya bertasbih berkumandang dimanapun, seakan menyambut kemenangan-Nya. Tunduknya kita dan sujudnya manusia di hari ini untuk tunduk dan sujud pada kebesaran-Nya. Setelah 1 bulan dalam madrasah Ramadhan-Nya. Qiyamullail lail yang selalu tegak dalam malam-malam-Nya, barokallah kemenangan hari ini bagi seluruh umat Islam di seluruh belahan dunia manapun. Betapa besar nikmat bisa berpuasa dan bersujud di malam-malam qiyamullail-Nya, atas ijin-Nya kita semua bisa melaksanakan. 

Satu bulan menahan, menjaga, membiasakan melakukan segala kebaikan, amalan, shodaqoh, dan ibadah-Nya, mampukah menjaga spirit dan ruh Ramadhan setelahnya? Tidak mudah tapi bukan berarti tak mampu, jangan sampai kesucian yang sudah kita raih di eid Mubarak nya hari ini, hilang baik sengaja maupun tidak sengaja. Tegak-Nya adalah kemenangan kita sebagai hamba-Nya. 

Kepekaan harus bisa terus terjaga, baik terhadap kesulitan, keadaan umat muslim hari ini dan seterusnya. Wajah Gaza hari ini setelah penyerangan Masjidil Aqsha atas serangan Yahudi Israel saat malam 27 qiyamullail-Nya, adalah kesedihan yang amat mendalam, bagi seorang ms Juli dan seluruh umat muslim di dunia, karena berani menyerang rumah Allah dan saat muslim sedang melaksanakan shalat tarawih. Kebiadaban melebihi terorisme dimanapun. 

Kebahagiaan kedua adalah, di gang rumah bisa salam-salaman lagi silaturahmi ke rumah tetangga. Terlihat kerinduan kita satu sama lain, setelah keadaan rumah sepi bagai kuburan dengan lock down dan ketakutan ala paranoid terhadap Covid-19, yang belum juga selesai. Ms Juli buat pertama kali lagi main ke rumah tetangga sebelah, dimana disambut hangat oleh keluarga juga tetangga-tetangga lain akhirnya juga berkumpul.bertemu di sana mashaallah subhanallah. Ya Allah hari ini, akhirnya tiba Kemenangan untuk kami. 

Kami lebih takut nggak punya umur untuk silaturahmi dan melaksanakan syiar-Mu di Ied Mubarak, ketimbang ketakutan terhadap Covid-19 yang sudah 14 bulan menyelimuti hidup bermasyarakat yang terkenal dengan silaturahminya. Doanya ini jadi pertanda, jangan biarkan segalanya tentang pandemi kembali merengut kebahagiaan kami menjadi manusia yang selalu berukhuwah. 

Bekasi, 13 Mei 2021

Posting Komentar

5 Komentar

  1. MasyaAllah, alhamdulillah yach mba Juli, bisa melaksanakan sholat ied lagi. Kemarin di tempatku juga alhamdulillah dilaksanakan sholat ied bersama di masjid, dan kita bisa silahturahmi sesama tetangga, karena banyak yang nggak mudik.

    BalasHapus
  2. Betul banget, Bun. Rindu bersilahturahim lebih jauh lagi sebenarnya. Hehehe, tapi dua kali lebaran kali ini memang tidak seramai sebelum pandemi. Selepas salat ied, kami ke rumah masing-masing tidak tumpah ruah di jalanan. Kalau sebelum pandemi, wow, jalanan penuh banget buat salam-salaman. Semoga pandemi segera berlalu.

    BalasHapus
  3. Ngga kerasa ya Miss udah 2 kali lebaran dalam suasana pandemi. Pastinya ada banyak perbedaan dengan semasa dulu era normal. Semoga pandemi segera berlalu tahun depan lebaran udah tenang dan nyaman lagi ya

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah ya, Miss. Di Sekayu juga udah mulai ke masjid. Dan, akupun mohon maaf lahir dan batin ya, Miss

    BalasHapus
  5. Masya Allah Tabarakallah... kita bisa memulai lagi hari penuh ketaatan pada Ilahi meskipun Ramadan telah pergi. Semoga kita tetap memiliki semangat beribadah seperti ketika bulan Ramadan

    BalasHapus