Reportase Kegiatan VCT Batch 7 tanggal 19 Oktober - 20 November 2020



VCT Batch 7 Jabar, Jateng, dan Jatim kali ini, ananda siswa SMK Yadika 13 yang berada di kelas 3B dengan bangga akhirnya bisa menyelesaikan serta lulus barengan di sini.

Apa siey VCT itu? Sebuah webinar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dalam membuka dan mengelola suatu seminar atau workshop yang dilakukan secara daring.

Mulai bagaimana membuka room melalui saluran apapun seperti zoom, google meeting, atau webex, menjadi host, moderator, presenter (narasumber) yang baik, mampu menyiapkan flyer promosi acaranya, power point atau file presentasi dengan benar, membuat absen kehadiran peserta daring menggunakan Googleform, merekam (record) acara sejak awal sampai akhir, lalu mengunggah video acara ke Chanel youtube dengan sukses.

Dan ini ternyata membuat 6 siswa terbaik kami yang lolos saat pendaftaran di #seamolec dari SMK Yadika 13 merasa tertantang dan antusias mengikuti chalenge ini sampai selesai. Mereka adalah Syaukhan Syahbani, Eko Fani Setiawan, Christ Hosea, Dendy Chandra S, Dissya Syalwani, Mutia Fariska Rahman, dan Mis Aprilia Diana, S.Pd sebagai guru pembimbing siswa sekaligus peserta guru. Sangat berterima kasih sekali kepada Kepala Sekolah kami Novita Yusnaini, S.S, M.Pd yang sangat mensuport kegiatan sejak awal. 






Secara kompak saling bahu membahu menyelesaikan tugas utama masing-masing, 2x host, moderator, dan presenter. Sisa tambahan pelengkapnya diback up oleh team yang dipandu oleh ms Aprilis. Menjadi instruktur di 2 kelas berbeda itu  seru buat ms Juli,  karena ini pertama kali mengawal sekolah sendiri tempat ms bertugas mengajar. Bangga, terharu, dan bersyukur. Akhirnya SMK Yadika 13 bisa bergabung dan bersaing meningkatkan kompetensi tambahan di VCT ini.

Tanggapan dari siswa umumnya senang, mereka menyampaikan dan menyiapkan materinya sendiri dengan serius, kekinian sesuai dengan karakter mereka sebagai remaja milenial. Judul-judul INDONESIA BODOH, INFLUENCER MERAMPAS UANG KITA, SELF LOVE VS INSECURE, PENTINGNYA BERPIKIR KRITIS, KEMATANGAN EMOSI, HOW TO LEARN PRONOUNCE KOREAN dan sebagainya mencerminkan mereka banget remaja milenial zaman now.

Satu hal lagi, pembelajaran daring dengan konsep BDR (belajar dari rumah) menjadi kaum rebahan membuat banyak siswa boring dan kurang tertantang, tapi ... Dengan VCT ini justru merekalah yang punya panggungnya, student center bukan teacher center lagi. Kami hanya suport, mengawasi, dan membantu mereka saat konsultasi. Mereka dengan percaya diri mampu menguasai panggung virtual.

Tanpa ragu mampu menjawab pertanyaan, dan masukan dari peserta room virtual yang mereka buka dan kelola sendiri. Mereka cepat sekali belajar, secaraa memang kegiatan ini sesungguhnya sesuai dengan karakter zaman now bukan?Bahkan kami saja gurunya terkadang harus belajar banyak dari mereka. Ms Juli nggak pernah takut mereka akan mengalahkan pengalaman kami sebelumnya. Keuntungan mereka di kegiatan Era Society 5,0 adalah, menjadi diri sendiri tanpa melupakan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai pelajar. 


Kami sebagai orang tua memang menang pengalaman, berkolaborasi dengan mereka siswa kelas XII dengan kemampuan teknologinya yang cepat dan begitu kompeten, menjadi kerjasama yang indah. Hello remaja milineal, jemput suksesmu dengan menjadi inisiator dan pembelajar, agar bisa terjun menjadi bagian dari masyarakat dunia. 

#longlifelearner

#VCTbatch7

#smkyadika13keceh



Posting Komentar

10 Komentar

  1. Wah keren mba, saat ini memang sudah waktunya students center dan guru sebagai fasilitator saja. Semoga sukses selalu ya buat siswa dan guru-guru lainnya

    BalasHapus
  2. Seneng banget bacanya. Guru mengiringi murid-muridnya untuk siap maju. Mau ga mau, gurunya kan harus melek digital juga lho. Bener Bun, harus bersama-sama deh, murid juga gembira diberi kesempatan...Semangaat Bun...

    BalasHapus
  3. Kerreeen. Sepertinya acara2 begini harus sering diadakan, menjawab kebutuhan anak2 remaja kita, ilmunya aplikatif dan sangat relevan.

    BalasHapus
  4. Keren banget Mis Juli siswanya, daripada BDR rebahan aja, unjuk kreativitas begini bagus buat siswa ya..Bisa mengaplikasikan kemampuan teknologinya yang cepat dan begitu kompeten, menjadi kerjasama yang indah dengan teman di bawah bimbingan guru-guru yang mumpuni di bidangnya

    BalasHapus
  5. BDR memang melengakan siswa mbak, adik saya contohnya. Belajar sih cuma banyakan main hp nya. Acara seperti ini bagus buat siswa SMA sederajat , mengangkat isu hits.

    BalasHapus
  6. Keren banget ya mereka. Udah berani ngomong di depan nih, modal yang besar buat mereka kedepannya.
    Salut deh. Gurunya juga keren pastinya.
    Btw, saya penasaran lho Miss dengan isi webinar-webinarnya, apalagi yang judulnya: Influencer Merampas Uang Kita! Sadar gak sih itu? Secara ya jiwa Influencer ini meronta-ronta, ehh 😁

    BalasHapus
  7. mantap banget kegiatannya ya, remaja milenial memang nggak bisa diremehkan. untuk menguasai seluk beluk teknologi kadang lebih canggih dan lebih cepat belajarnya. semoga di luar sana banyak juga yang meniru kegiatan seperti ini :)

    BalasHapus
  8. Keren banget acaranya
    Millenial ya harus kaya gini, kita generasi sebelumnya harus nyiapkan panggung tuk mereka. Sy percaya jika mereka dberi kesempatan, difasilitasi dan didampingi dengan baik mereka pasti bisa menampilkan karya luar biasa

    BalasHapus
  9. wah keren banget mereka ya, masih mudah namun mereka sudah punya keberanian untuk sharing, semoga makin banyak generasi mudah hebat seperti mereka ya, kita wajib support mereka, acaranya keren banget

    BalasHapus
  10. Masya Allah, keren banget mbak siswa-siswinya. Insya Allah mereka inilah nanti calon penerus bangsa dari generasi milenia. Sukses terus ya Mis dengan prestasi-prestasi siswanya yang lain.

    BalasHapus