Rasanya dua hari ini panas sekali cuacanya. Ngerasain nggak sih manteman? Hihi habis mandi saja bisa keringetan lagi, betuul? Mantul kan? Tapi Alhamdulillah tetap dinikmati dengan penuh syukur. Kenapa nggak?

Nggak dipungkiri saat ini umat muslim rindu sekali dengan suasana syahdu menyambut hadirnya Ramadhan tiba. Terlebih dengan Pandemik nasional bahkan internasional kali ini, menghadirkan arti tersendiri kesyahduan lezatnya beriman. Menyadari, bahwa tidak ada daya upaya kekuatan yang mampu menggerakkan keadaan saat ini, kecuali atas kehendaknya.

Mashaallah, teringat mendekati ramadhan tiba, tetiba seluruh masyarakat dunia kembali tunduk sujud pada keagungan-Nya. Menghadirkan jiwa-jiwa religi penuh kerinduan akan masa-masa normal sebelum Pandemik. Hikmah yang begitu besar, dalam setiap diri manusia termasuk seorang ms Juli.

Sesungguh kita hanya mahluk tak berdaya dengan hanya diberikan virus kecil namun mematikan, hanya karena melanggar keteraturan dan keseimbangan bumi yang Allah berikan sebagai tempat ibadah. Nggak bisa kemana-mana, yang jauh tak boleh mendekat, dekatpun diwajibkan di rumah saja. Demi memutus mata rantai virus Covid-19.

Itu mengapa Ramadhan tiba itu disambut penuh haru dan sukacita bagi seluruh umat, tidak hanya kaum muslim saja. Berharap akan ada keajaiban di Ramadhan-Nya kali ini. Jawaban atas makna musibahnya yang luar biasa, namun penuh dengan pesan cinta positif darinya. Marhaban ya Ramadhan, ukhti.



#Tantanganmenulisramadhan
#joeraganartikel
#day1
#ramadhan