Tips Melewati 14 Hari Self Karantina Tanpa Bosan


Sejak diumumkan per tanggal 14-15 Maret secara serentak mulai Senin 16 Maret 2020 ini, seluruh siswa di satuan pendidikan manapun diliburkan. Begitu juga UN-US-tryout baik tingkat SD, SMP, maupun SMA atau SMK pun ditunda sampai batas waktu yang belum diputuskan. Setelah pandemi Covid-19 atau istilah kerennya neng CORONA. Nama virus yang syantik, dan saat ini sedang mewabah di seluruh dunia. 

Hal pertama yang kena imbasnya adalah dunia pendidikan. Mengapa? Karena penghuni terbesar adalah siswa yang menjadi peserta didik dalam sekolah. Pemerintah dari kementrian, Pemkot atau kabupaten masing-masing daerah pun mengambil keputusan untuk meliburkan siswa selama 14 hari, dengan tujuan meminimalisir penyebaran virus yang rentan dan mudah tersuspect (terpapar ) akibat komunikasi langsung dan melalui interaksi sosial. 

Semua agenda pendidikan pun untuk sementara membutuhkan pengorbanan semua pihak agar bahu membahu, keputusan ini demi kepentingan bangsa bersama. Hal yang kita pikirkan tak mungkin bisa sebaliknya terjadi. Karena virus bisa tertular melalui interaksi air liur yang terlontar melalui batuk atau bersin. 

Sebagai seorang guru di kesatuan pendidikan SMK Yadika 13,  mapel Matematika. Ms Juli merasakan sendiri bagaimana siswa dan orang tua belum semua memahami. Di samping, informasi secara umum, publik, di tempat-tempat penting belum semuanya memberikan informasi secara jelas dan gamblang. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak, dan seluruh stake holder untuk mau membuka diri, wawasan, sharing, dan informasi secara jelas agar mampu dipahami oleh semua pihak. 

Ms Juli sebagai guru matematika, di sekolah ini Alhamdulillah memiliki grup bersama ketua kelas dan peranti kelas lainnya. Awalnya hanya diniatkan untuk informasi tugas dari 7 kelas yang ms ampu di tahun pelajaran 2019-2920. Namun ketika libur atau ada kebijakan seperti ini baru terasa manfaatnya. Bisa menjadi Chanel untuk informasi dan koordinasi penting. 
Tantangan buat guru dan orang tua adalah ketika siswa yang biasa aktif dan punya kegiatan, harus berdiam diri di rumah selama batas waktu tertentu. Sebentar saja bentuk protes dan chat yang menunjukkan kebosanan mulai bertaburan. Ada saja celotehnya yang membuat gemas siapapun. Termasuk ms Juli sebagai guru. Di sinilah peran guru dan orang tua untuk berkolaborasi satu sama lain. Bergandeng tangan menghadapi boring (kebosanan) siswa apalagi yang terbiasa melakukan aktifitas di luar rumah. Kalau bukan kita siapa lagi? 

Menghadapi hal seperti ini,  tips agar  14 hari di rumah tidak membosankan dari ms Juli adalah sebagai berikut: 

1. Berbicara dari Hati ke Hati

Ms Juli pernah melakukan ini dengan anak kandung di rumah. Anak laki-laki yang cenderung hiperaktif atau banyak bergerak. Mengajak bicara lebih dekat dengan memberi masukan, serta menerima pendapat mereka melalui masukan-masukan dengan bahasa mereka sebagai anak. 

Terkadang, anak merasa memiliki tanggung jawab lebih ketika kita ajak memikirkan solusi dan langkah ke depan, lebih baik dari orang dewasa itu sendiri. Biasanya mereka merasa dianggap dewasa ketika kita sebagai orang tua meminta masukan yang bermanfaat. 

Dulu ms Juli melakukannya saat anak-anak paling kecil berumur 4 tahun dan paling besar baru 6-7 tahun. Saat adik bungsunya masuk ke sekolah lanjutan atas, ketiganya duduk bersama memberi masukan yang bertanggung jawab setelah diskusi selama 3 hari 3 malam. Plus minusnya dipertimbangkan untuk dengan mantap mengambil keputusan bahwa bungsu masuk ke SMK dimana ms Juli mengajar di sekolah tersebut. 

2. Merencanakan Kegiatan Bersama

Merencanakan kegiatan selama 14 hari agar bisa dilewati dengan manfaat dan Istikomah memang bukan hal mudah, tetapi bukan tak mungkin. Biasanya ketika anak mengajukan, biasanya mereka pula yang menepati. 

Memang ada masa mereka labil akibat bosan dan motivasi berkurang. Saatnya orang tua mencari solusi dan memotivasi mereka dengan membuat hiburan bersama. Membuat selingan mainan, kegiatan tambahan saat tujuan dirasa bosan untuk dilakukan. 

Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari berkebun, memelihara hewan kesukaan,  gotong royong kebersihan kamar atau rumah dan sebagainya. 

3. Memberikan Kepercayaan dan Tanggung Jawab

Selalu berkata bahwa kunci dari keberhasilan program 14 hari ke depan adalah keinginan semua untuk saling mendukung. Berikan kepercayaan dan tanggung jawab yang sama, tanpa ada perbedaan. Yakin bahwa semua anak mampu, menjadikan kekurangan sebagai kelebihan begitu juga sebaliknya. 

Saling mendukung kekurangan dan kelebihan masing-masing, untuk suport satu dengan lainnya. 

4. Jangan Pelit Beri Reward dan Apresiasi

Jangan sungkan untuk memberikan pujian, ucapan, yang menyatakan apresiasi atas tanggung jawab mereka. Berikan reward walau hanya berupa pelukan, senyuman, dan tepukan tangan, atau hadiah kecil berupa makanan. Buat mereka tidak penting bentuk hadiahnya, utamanya adalah segala tindakan didukung dan diapresiasi. 

Jika masih salah jangan disudutkan, terus pandu dan yakinkan bahwa mereka mampu. Berikan informasi yang terbaik untuk mereka. 

5. Mengawasi dan Memeriksa Langsung

Semua kegiatan atau usulan yang sudah diajukan anak masing-masing, diawasi pelaksanaannya tanpa menggurui. Pantau saja sudah sejauh mana mereka memahami. 
Jika terjadi masalah, mintalah saran mereka apa solusi terbaik. Rundingkan jika belum ketemu titik bersama. 

Begitu juga dengan tugas dan pekerjaan sekolah yang diberikan kepada anak. Awasi pelaksanaannya dan sudah sampai mana pengerjaannya. Biasakan mereka untuk mengerjakan tuntas, agar tidak menumpuk dengan tugas-tugas lainnya. 

Di sini sudah terjadi pendidikan karakter, musyawarah untuk mufakat, memberi kesempatan, mengajarkan akan kepercayaan diri. 

Oh ya, jangan lupa baca juga tulisan teman blogger ms Juli yaitu mbak   hani: Tri Wahyu Handayani, yang asyik banget buat membantu menemani anak di rumah selama 14 hari ini.  

7 Alamat Situs Untuk Belajar di Rumah Akibat Covid-19

6. Evaluasi

Dari semua yang sudah dilakukan, jangan lupa untuk mengajak evaluasi bersama. Atas apa yang sudah dilakukan selama beberapa waktu. Apakah sudah baik dan memuaskan? Jika belum ajak anak untuk memikirkan bagaimana caranya, sambil kita juga memikirkan langkah lainnya. 

Searching bersama di google, media sosial lainnya. Mengajak anak menerima keterbukaan, wawasan, dan informasi. Jadikan mereka teman yang mengasyikan melewati 14 hari yang mungkin membosankan bagi anak. 

7. Menyalurkan Hobi Anak

Berikan kesempatan dan dukungan bagi anak untuk menyalurkan hobinya, dengan tetap di dalam rumah. Tidak masalah jika banyak hobi yang akan mereka terapkan, dengan menyesuaikan tempatnya di dalam rumah, dan tidak banyak membutuhkan tempat atau benda yang harus dibeli di luar.

Ingatkan juga bilamana terpaksa membeli perlengkapan alat atau bahan di luar rumah, untuk tetap menggunakan masker. Masker bahan yang mudah dibuat dan bisa dipakai berkali-kali oleh masing-masing anak. Kebersihan masker juga jangan lupa ya, Mak. 

Demikian 7 tips mengatasi 14 hari di rumah tanpa boring atau bosan. Selamat melaksanakan ya, Mak. Semoga 14 hari ini bisa kita lalui dengan selamat dan tanpa drama ya, Mak. 

Jika kita memang harus bekerja di luar rumah seperti ms Juli ini, tetap selalu komunikasi dengan baik. Jadikan hp sebagai penghubung terbaik untuk melaksakan rencana di atas. Yakinlah bahwa anak bisa jadi partner yang baik untuk kita orang tuanya

Posting Komentar

18 Komentar

  1. Miss Juli pasti banyak penggemarnya ini di sekolah. Gurunya matematikanya gahoool abis 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he aammiin yra mbak InshaAllah hanya ingin jadi teman belajar yang asyik untuk mereka

      Hapus
  2. Makasih miss Juli referensinya....ini liburan yang tidak biasa jadi harus bener2 lebih kreatif dan komunikatif ortunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget mbak benar kawal mereka dengan benar

      Hapus
  3. Naaah ini penting. Banyak yg udah bosan yah. Aku sih engga. Cuma ya gitu...biasanya bisa langsung pergi. Sekarang engga bisa. Kalau engga darurat engga pergi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mbak Hanikuh nggak bisa langsung chuzzz

      Hapus
  4. Untuk menghadapi 14 hari self karantina dibutuhkan kegiatan yang tidak membosankan ya, Mbak. a
    Sebenarnya banyak kegiatan positif yang bisa manfaatkan,, asalkn kitanya yang jreatif ya...

    BalasHapus
  5. Terima kasih sharing tipsnya miss... Bermanfaat banget karena saya juga membersamai anak-anak di rumah. Apalagi anak-anak saya masih kecil jadi harus super sabar dan banyak-banyak baca pengalaman ibu-ibu lainnya nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak terimakasih sudah mampir

      Hapus
  6. Makasih ya miss referensinya, nanti aku coba deh hehe. Emang PR banget ya melewati 14 hari ini, ini minggu kedua dan katanya kemungkinan diperpanjang ya self karantina ini. Aku sendiri masih agak jumpalitan nih, mau ngajakin io belajar lalu anak bungsu manja >.< emaks life yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gpp mbak semua kan juga berproses belajar

      Hapus
  7. asyiknyaaa meski tetap di rumah tapi enggak bosan, ya. cari-cari kegiatan di rumah tuh emang harus banyak baca referensi biar gak mati gaya, hihi.

    BalasHapus
  8. Mantap nih tipsnya. Mau share ya Miss, biar jadi inspirasi juga para orang tua yang saat ini sedang kebingungan temani anak-anaknya belajar di rumah...

    BalasHapus
  9. Tipsnya asyik miss... Merencanakan kegiatan bersama. Anak-anak pasti nggak bosen... Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul dari oleh untuk mereka mbakkuh

      Hapus