Kawal COVID-19 Corona, Yuk, di Wilayah Kita!

Setelah berita 96 pasien positif Covid-19 atau istilah kerennya CORONA dan Menhub Budi Karya Sumadi juga terkena virus keren itu,  baru dunia Indonesia tersentak. Setelah DKI Jakarta lebih dahulu secara masif mengambil tindakan dan lockdown wilayah serta tindakan lainnya, akhirnya diikuti wilayah lain. Menunggu tindakan bijak pemerintah untuk berani mengambil tindakan serupa dari negeri Cina. 

Beberapa negara, seperti Italia, Filipina dan Arab Saudi, telah menerapkan kebijakan lockdown. Hal itu dilakukan guna mengurangi penyebaran kasus virus corona atau Covid-19 di negara mereka.

Virus corona mulai muncul pada Desember 2019 lalu di China dan mulai menyebar ke seluruh dunia. Pemerintah China sebelumnya telah melakukan lockdown di kota Wuhan atau tempat pertama kali virus tersebut muncul.(YOBANDUNG.COM. Sabtu, 14 Maret 2020

Begitu juga setelah edaran dari surat terbuka dari ibu dokter Tifauzia kepada pemerintahan Indonesia, setelah satu perawat meninggal karena virus setelah kontak langsung dengan pasien, banyak beredar. 

LOCKDOWN  atau self karantina jadi begitu berarti. Harus dimulai segera dengan kesadaran, tanpa debat dan kata TAPI atau NANTI. Suka tidak suka Cina sebagai negara pertama sudah berani memulai sejak Desember dan kini setelah 3 bulan mereka dengan senyum sudah bisa melepas masker dan menyatakan lepas dari pandemi Virus Covid 19. Kapan Indonesia mulai? Jangan menunggu sahabat, ayo mulai dari diri kita, keluarga sendiri, lingkungan. Upaya kecil ini kalau kita lakukan serentak akan menjadi gulungan salju upaya besar, bukan? 

Dunia pendidikan langsung bergerak meliburkan tapi juga bukan berarti malah berlibur kemana-mana. Ini salah satu masukan yang beredar di WAG: 

Dear Ayah Ibu yang berdomisili di Jabodetabek ...

Pengumuman resmi sekolah diliburkan sudah ditetapkan oleh Bapak Gubernur Anies Baswedan untuk DKI. Please, walaupun libur 2 minggu, anak-anak jangan malah di bawa-bawa jalan atau liburan, ya 🙏🏻
Karena walaupun daya tahan tubuh anak kuat, tapi mereka adalah pembawa atau carrier virus Corona yang bisa menularkan ke orang dewasa seperti ke kakek neneknya. 😢
Ini lah yang terjadi di kota Lombardy, Italia ... 

Ketika sekolah diliburkan, anak-anak malah pada diajak liburan dan anak-anak mudanya pun masih menganggap bahwa Corona adalah flu biasa. Akhirnya penyebaran virus Corona, yang tadinya hanya di Lombardy jadi merata ke seluruh bagian negara Italia dan akhirnya memakan korban sampai 800 jiwa 😰😭

Please jangan anggap enteng dan nurut saja dulu 2 minggu ini. Hibur dan temani anak-anak bermain, kembali ke zaman mall dan tempat-tempat liburan belum menjamur seperti sekarang ...  Semua kejadian pasti ada hikmahnya. Semoga kejadian Corona ini bisa semakin mendekatkan hati anak-anak kita ke kebiasaan-kebiasaan yang baik dan rutin dilakukan di rumah.

Mari kita saling menyemangati ya Ayah Ibu 🤝🏾

Seperti kita yang mendekati lebaran ini juga, baiknya himbauan ini diperhatikan. 

Butuh pengorbanan semua pihak:  kita, keluarga, lingkungan, pemerintah, keamanan intinya stakeholder bangsa. Jangan menunggu banyak jatuh korban dulu baru kita semua sadar. Tak usah menyalahkan, menghujat, diskriminasi, jika sudah sakit masuk rumah sakit kan nggak ditanya apa kebangsaan, ras, suku bangsa, dan agamanya. Tapi penanganan nomer 1 itu lah action yang dikehendaki. 

Semoga setelah ujian ini selesai, hujan akan segera berhenti. Badai akan segera berlalu, Malam berganti siang segera. Ketakutan berganti kenyamanan. Jangan menunggu, jemput lah ketenangan dan kenyamanan belajar dari negara yang sudah berhasil LOCK DOWN dan akhirnya bisa melepaskan "masker" dengan tenang dan optimis. 

Relakan lock down keluarga dengan mengambil hikmah bahwa ini harus dilakukan bersama dengan kesadaran bersama. Ini demi kita sendiri semua. Ambil positifnya mengisi kekosongan dengan kegiatan bersama keluarga yang lebih positif. Harus BELAJAR dan mengakui bersama bahwa selama ini kita lalai. Belum terlambat untuk belajar dan melewati UJIAN ini dengan SALING bukannya PALING. Mari mulai lakukan segera bersama sebelum segalanya merusak lebih jauh. 

Tetap jaga stamina dengan rutin, karena daya tahan tubuh adalah gerbang masuknya VIRUS CORONA. Jaga kelembaban tenggorokan dengan minum 15 menit sekali . . . Tetap dalam wudhu dan Ridha Allah (bagi yang muslim). Jangan panik harus menimbun ini dan itu. Save your money untuk keadaan darurat ke depan. Makan tetap dijaga tapi nggak perlu berlebihan. Vitamin C dan madu selalu ada di rumah. Banyak cara yang bisa kita lakukan. 

Pembersih tangan bisa dibuat sendiri dengan mudah dari daun sirih, caranya: 

Rebus beberapa lembar daun sirih di air panas mendidih selama 5 menit, kemudian matikan. Setelah itu masukan ke dalam botol cuci tangan seperti biasa. Informasi kecil ini akan menjadi manfaat jika dishare kepada siapapun kontak dan link kita. Agar menjadi manfaat dan menjadi pendorong pemerintah agar melakukan tindakan tegas seperti negara-negara lain yang sudah lebih dulu mengambil tindakan. Tetap semangat, salam santun dan sehat. 

Posting Komentar

14 Komentar

  1. Aku bagian dari salah satu yang setuju dan menunggu lockdown, Miss.
    Paling tidak, jangan egois, yaa, utamakan kesehatan banyak orang. Sementara latian puasa dulu kalo emang alasan gak makan kalo gak keluar. Hffttt ... sedih banget tiap denger berita tentang Corona di bangsa kita tercinta ini.
    Salam sehat, nggih, Miss

    BalasHapus
  2. Yap emang serius banget sih virus ini, harus bener2 waspada meski jangan terlalu panik juga. Makasih bun referensinya jadi banyak belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak Steffi harus kerjasama

      Hapus
  3. Bismilla. Mari kita mulai dari diri kita. Kalau tidak terlalu urgent, rasanya tidak perlu ke luar rumah. Semoga kita tetap sehat.

    BalasHapus
  4. Penyebaran virus Corona atau Covid-19 memang cepat banget ya mb. Lega saya stlh kmrin diumumkan libur 2 minggu ke depan. Smg semua sgra berlalu ya Mis...Jaga kebersihan dan kesehatan...

    BalasHapus
  5. Yup, kita memang harus memulai lockdown dari diri dan keluarga sendiri. Kita lindungi keluarga dari penyebaran virus Corona.
    Semoga keadaan bisa lekas kembali membaik dan kita bisa beraktivitas seperti biasa lagi.

    BalasHapus
  6. Ya Allah, semoga semakin bnyak orang yang memahami maksud dari libur ini ya. Semoga keadaan bisa kembali stabil untuk seluruh negara. Amin. Ijin share artikelnya ya miss, penting banget nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mbak Dewi Alhamdulillah bisa berkontribusi

      Hapus
  7. Semoga banyak yang peduli dan benar-benar laksanakan anjuran pemerintah ya. Kalau enggak, sia-sia saja walaupun dikasih kesempatan satu tahun juga. Gereget Miss, masih banyak yang abai...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener setuju banget masih banyak yang abai

      Hapus