MENDIDIK DENGAN HATI MENJAWAB TANTANGAN 4,0



TIGA DEKADE ITU TERLEWATI

Selalu jadi motivasi dan penyemangat menyambut tahun ajaran baru, semangat yang lagi jetlag belum bisa move on. Tahun ajaran baru ini ada yang berbeda situasinya. Setelah tempat mengabdi ku sukses meraih jumlah target siswa dari yayasan. Di tengah gempuran zonasi yang menghantui swasta di manapun.

Tahun ini diamanahi kelas X - TOKR atau kelas otomotif-1. Kembali otomotif, positif thingking masih dianggap kampiun meraih perhatian anak otomotif. Menanamkan pondasi matematika sejak awal masuk, semoga mereka kemudia menjadi jatuh cinta pada pelajarannya dengan caraku mengajar selama ini, inshaallah.

Mengapa begitu? Sejak 2012, aku mengabdi di sini sudah 3 angkatan murid  lulusan SMK ini memilik masuk ke S-1 Pendidikan Matematika. Katanya, mereka termotivasi dengan aku, guru matematikanya. Selama ini pelajaran yang dianggap momok oleh beberapa siswa ternyata bisa jadi jagoan dalam meraih perhatian mereka.

Itu kenapa ada yang ingin menjadi seperti aku. Alhamdulillah, angkatan pertama dari jurusan AP, angkatan ke-2 dari Akutansi, dan angkatan ke-3 dari jurusan TKJ, wawwwww kereeen. Padahal awalnya mereka mengira pelajarannya susah, kedua, yang mengajar dianggap killer dan tak bersahabat. Anggapan itu terpatahkan. Terlebih mereka melihat sendiri berteman denganku di medsos merupakan keuntungan, 'Tak kenal maka tak sayang'. Seorang mis Juli ternyata asyik untuk diikuti pelajarannya, begitu juga dalam keseharian. Memang disiplin adalah hal yang mereka takuti. Tapi yang kulakukan sepengetahuan dan seijin kepala sekolah, jadi aku berharap diback up.

Bahagia itu adalah ketika berdiri di depan kelas kemudian menatap amanah-amanah yang akan dikayuh doanya, diolah, dan dibentuk selama satu tahun ke depan. Akan banyak type-type karakter yang akan ditaklukkan hatinya, bismillah

BANGGA MENDIDIK DENGAN HATI

Membangun tak semudah memporak-porandakan kenyataan. Ada jiwa-jiwa di sana terbuat dari hati. Bukan benda mati yang bila sudah usainya mudah dipindahtangankan. 

Membentuk dan membangun melalui perjuangan tak mudah dan menghapus airmata bersama. Memotivasi serpihan menjadi satu puzzlenya dalam tatanan jiwa menghayati. Tapi, percaya Allah tahu,  mendidik dengan hati itu adalah perbedaan dari hasil torehan cerdas penuh makna tersirat. 

Adalah sebuah kebanggaan yang yang tak ternilai dengan sekian rupiahpun yang terbayarkan, saat ananda berhasil sekecil apapun keberhasilan. Apresiasi kecil awal dari kepercayaan diri siswa yang tak mudah, namun efeknya luar biasa bagi ananda. Begitu banyak kisah inspiratif dalam buku ini, bagaimana para guru hebat membangun kesuksesan anak didiknya. Air mata pun tak sadar kadang menetes mengenang siswanya dulu di kelas.

Congrats buat kenyataan pemilik mendidik sepenuh hatiπŸ™πŸ˜˜πŸ˜

#nurulamanahpublishingpresent
#kelastraininggurumenulis
#antologisuksesmubahagiaku
#pahlawantanpatandajasa

#kegelisahanbukanlah

#hanyatitipanbukanmonopoli 
#mendidikdenganhati
#guruperempuanpembelajar
#revolusipendidikanfourpointzero

Posting Komentar

0 Komentar