Belajar mengajar di zaman kini tentu berbeda dengan belajar di era-era sebelumnya. Butuh update dan upgrade kita sebagai pendidik. Bagaimana bisa meraih hati-hati anak didik kita agar jatuh cinta tidak hanya pada kita dan pelajaran saja, juga pelajaran bermanfaat  lain sebagai bekal kelak menjadi warga dunia.

Untuk itu saya mengajak guru atau pendidik mengajar dengan kesadaran dan hati. Bahwa yang kita bentuk adalah sebuah hati yang harus ditanamkan sebuah kesadaran. Belajar dan membaca adalah kebutuhan, seinstan apapun keinginan. Karena sejatinya seorang kita adalah bagaimana menjadi pembelajar seumur hidup.

Perbedaan kita sebagai guru dengan siswa yang kita ajarkan hanyalah masalah waktu. Kita lebih dulu, dan punya pengalaman melebihi siswa. Jadi belajar bersama tetap berlaku, guru tetap memberi tauladan siswa dengan menjadi pembelajar dengan kesadaran, karana guru digugu (dengar) dan ditiru.

Literasi itu tidak hanya membaca saja, tapi bagaimana belajar menulis dan menuangkan apa yang ada di hati dan pikiran kita apapun perbedaannya. Menulis melatih kecerdasan berpikir kita dalam kenyataan, bukan hanya wacana dan sekedar ucapan tanpa praktik.  Sejatinya pemenang itu adalah mereka yang berproses dan mencapai garis finish walau bukan juaranya.

#mengajardenganhati
#belajardengankesadaran
#pembelajarseumurhidup