KEDEPANKAN RASA SYUKUR


Hari ini, Kamis 28 Maret 2019 Alhamdulillah para pejuang UNBK telah menuntaskan tugas mereka di mapel ujian terakhir yaitu mapel produktif atau jurusan.
Setelah mengisi angket untuk evaluasi terhadap pelaksanaan UNBK selama ini, siswa kami arahkan untuk bersyukur terlebih dahulu dengan sujud syukur bersama.
Sementara kami guru dan pengawas melakukan evaluasi terakhir di ruang terpisah yaitu di perpustakaan. 

Bersama pengawas silang selama empat hari, memberikan kami pelajaran satu sama lain. Semoga kedepannya lebih baik lagi. Karena UNBK bukan hanya sekedar hajat sekolah tapi juga kepentingan negara sebagai tolok ukur pembelajaran dan pendidikan di Indonesia.

EFUFORIA UJIAN BELUM USAI

Kami sebenarnya inginnya nanti, setelah UKOM (uji kompetensi) dan Pra UN yang sudah terjadwal kan setelah mereka pulang dari perpisahan di Jogjakarta.  Namun daripada keinginan mereka tak terbendung apalagi tanpa arah, akhirnya kami memfasilitasi. Bersama Babinsa kami bergandeng tangan mengarahkan siswa agar berada pada pengawasan dan di dalam sekolah.


Dimulai dengan mengingatkan rasa syukur telah melewati UNBK tanpa kejadian apapun, server nasional baik sangat bekerjasama, semua sesi bisa terlaksana dengan baik, alhamdulillah. Tidak ada kemacetan apapun.

Moment ini akhirnya harus ms Juli lewati, baik sebagai wali kelas juga sebagai guru yang banyak menangani kelas TKR. Kata mereka, emaknya otomotif yang paling mantul

Walau sedikit gundah karena ujian euforianya belum selesai  selanjutnya sayang kan baju dari pada dicoret-coret  mending disumbangin, dan selanjutnya  suami ngajak buka puasa bersama di rumah. Karena selesai mengawas saja sudah jam 16.00. Belum lagi ananda harus mengisi angket dari Kemendikbud sebagai evaluasi pelaksanaan, perpisahan dan foto bersama dengan pengawas silang dan temans panitia UNBK di sekolah. Dan, mendampingi ananda coret-coret an. Sudah seperti artis saja, sama sekali nggak bisa berhenti satu persatu anak meminta tanda tangan di baju yang sudah dicoret-coret.

Sementara ayah hari ini pulang cepat karena ingin berbuka di rumah bersama, alhamdulillah beliau bisa memahami tugas saya sebagai guru di sekolah. Walau meminta untuk segera pulang dan mengajak untuk berbuka puasa di rumah.


Dua tahun mendampingi belajar matematika ananda bukanlah hal yang mudah. Penuh suka dan duka nya. Tapi Alhamdulillah akhir tak menghianati prosesnya. Menyadari bahwa kami guru di sekolah adalah bagian dari perjuangan mereka.

Semoga setelah ini ada pembelajaran level selanjutnya menuju dan menjemput dewasamu ya anakku. Kami para guru dan seluruh stake holder pendidikan telah memberikan pondasi itu untuk ananda.

#pejuangunbk
#smkyadika13kece
#cumadismkyadika13

Posting Komentar

2 Komentar

  1. semangat terus menjadi pendidik yang menginspirasi ya bun. kereen hihi

    BalasHapus