Lelaki Tak Bertuan (11)


Malam ini ada yang berbeda dari malam biasanya. Faisal masuk kamar lebih cepat dari kebiasaannya yang suka begadang menonton sampai malam. Malam ini kerinduannya pada Susan tak terelakkan, kesadaran nya yang telah mengabaikan hati ibu dari anak-anaknya begitu menguat. Kerinduan telah menutup kebodohannya selama ini yang tak pernah sedikitpun mencoba mengerti perasaan Susan.

Susan bukan tak tahu, hanya baginya hanya memiliki kewajiban dan bertahan demi ketiga anaknya. Menghakimi bukan kewajibannya, hanya sikap diam tak bisa dibohongi dari sikapnya. Walau Bungsu berusaha menggoda orangtuanya untuk bercanda, tapi sesungguhnya begitu terlihat kekakuan yang timbul.

Getar suara handphone mengagetkan Susan saat memasuki kamar. Ada rasa takut jika Ammar menghubunginya. Malam-malam lalu Susan biasa menjawab bila sudah di peraduan. Tapi kali ini . . .tak mungkin. Faisal pasti akan sangat marah sekali dan merusak jam-jam istirahatnya. Diliriknya notifikasi yang terlihat di layar.

Seakan pura-pura mengisi hp yang hampir lowbat, Susan mematikan gadget nya. Lalu kembali berbaring di sebelah Faisal yang saat itu seperti kepanasan. Serba salah bersikap, tak tahu harus bertindak apa menakhlukkan kembali hati Susan yang tersakiti.

Susan sendiri sudah terlelap dan menenggelamkan diri pada lautan impian tentang Amar. Tak bisa dipungkiri, kerinduan pada sapaan dan keisengan anak muda itu begitu mengganggu perasaannya. Menggodanya untuk melupakan pekerjaan kepala sekolah yang semakin hari semakin menggunung jelang masa berakhir periode jabatannya.
Amar begitu berani datang ke sekolah tempatnya bertugas. Berpura-pura melamar pekerjaan membawa map coklat ditemani satpam tugas pagi itu.

"Halo mis, ketemu lagi kita" Sapa Amar tanpa beban.

"Hei, ide konyol apa? Beneran mau ngelamar jadi guru?" Tanya Susan penasaran

"Mis mau saya jadi guru di sini? Supaya bisa bertemu setiap hari?" Pertanyaan nakal justru terlontar tanpa basa basi.

Senyum Susan jadi mengembang menahan tawa atas kekonyolan Amar. Tak mungkinlah. Susan tahu persis Amar wiraswasta, tak mungkin mau jadi guru. Tapi, ide brilian Amar ke sekolah dengan pura-pura melamar patut diapresiasi. Seperti gadis muda yang tersanjung dikejar pujaan hati, Susan terus tersenyum di hadapan Amar.

"Saya kangen Mis," Suara yang keluar itu cukup membuat kaget Susan, sekaligus memerahkan pipinyanya yang cabi.

Belum hilang kagetnya, sebuah pelukan membuat sesak dadanya seketika. Tapi, kok justru dia merasakan tindihan yang terasa berat, . . .

"Amar, jangan . . .nggak enak dilihat guru-guru dan orangtua siswa kita begini!" Bisik Susan.
"Ummi! . . ." Sebuah suara seakan membuyarkan bisikan Susan barusan.

Susan terkaget dan membangunkan dari tidur lelapnya. Rupanya hanya mimpi saja. 

"Siapa nama laki-laki yang barusan umi sebut? Senyum-senyum sendiri! Ayah peluk malah menyebut nama laki-laki lain. Maksud ummi apa? Jadi kepala sekolah jadi ganjen gitu? " Brondong Faisal penuh amarah

Posting Komentar

48 Komentar

  1. Oh tidaaak..
    Kesebut namanya pula. Duh gimana nih, mau jawab apa nih Susan.
    Makin penasaran dengan lanjutannya ah jadinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ha ha iya Susan bingung juga njawab nya nantikan ya

      Hapus
  2. Wkwkwk susan oh susan ... dalam masalah besar nih. Lanjuut Mis ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kira-kira Susan bakal jawab apa ya? Nantikan episode selanjutnya

      Hapus
  3. Akhirnya ada lagi lanjutannya. Aduh bahaya itu ampe kebawa mimpi dan ngigo nyebut nama.. penasaran kelanjutan kisah faisal gimana yah miss hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah seperti apa marahnya Faisal Susan masih meraba, akankah . . .ah tunggu saja ya

      Hapus
  4. hihihii, kebayang itu menyebut namanya dalam mimpi, hihihi. ditunggu kelanjutannya ya, hihii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seorang perempuan dan istri sampai kesebut nama seseorang itu artinya . .

      Hapus
  5. Haaayaaaah... Saya kaget juga spitles mau jawab apa sampai ketahuan nyebut nama lelaki lain, wkwkwk... Bingung dan penasaran nih Miss, hihihi, ditunggu lanjutannya ya Miss...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah Faisal mau menerima alasan Susan? Kira-kira Susan akan memberikan pembelaannya seperti apa?

      Hapus
  6. Wahhh, buahaya ini. Duh amit-amit jangan sampai kejadian deh. Bisa perang dingin nanti, wkwkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi malah perang Baratayudha sepertinya, nantikan ya episode selanjutnya

      Hapus
  7. Hmmm...bahaya uy. Pantas aja Faisal marah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudut pandang yang berbeda akankah mencapai puncaknya?

      Hapus
  8. Aw..aw..aw. Sudah masuk babak bahaya ini. Ikut2an deg2an dengan kisah cinta yang subyeknya tak biasa ini.

    Eh, saya ketinggalan yg part 10 kayaknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayuk dibaca dulu part 10 nya mbak hihi

      Hapus
  9. Kisah cinta yang tak biasa... Bahaya ini haha.. Ditunggu kelanjutannya miss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak biasanya dimana ya mbak? Apakah karena seorang kepsek dan alumni siswanya?

      Hapus
  10. Aduhhhh bahaya nihhh...ikut deg-degan. Ahh tggu ahh bagian slnjutnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sabar-sabar tahan emosi, mau semedi dulu kira-kira seperti apa si lelaki tak bertuan ini

      Hapus
  11. Wow cuma mimpi, kenapa kebangun ya, padahal lagi seru serunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. He he mbak Ruhama ditunggu ya episode kelanjutannya

      Hapus
  12. wah.. abis ini susan perang dunia ke 3.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi lagi semedi dulu buat cari kelanjutannya

      Hapus
  13. Wow... Penasaran nih bagaimana kelanjutannya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tunggu ya belum fokus lagi buat cerita

      Hapus
  14. Laaah, lagi masuk ke cerita ternyata mimpi. hehe
    Jadi penasaran sama jawabaannya.

    BalasHapus
  15. Waduuuuuh gimana nih Susah cilaka kalau begini jadinyaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya repot kalau ketahuan begini jadinya

      Hapus
  16. Saya yang deg degan...takut ketahuan Mbak. OMG, lindungi keluarga iniπŸ™.
    Ditunggu lanjutannya Mbak... Jantung jadinikut berdetak kencang membaca cerita ini 😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah gimana ya mbak biar nggak ketahuan?

      Hapus
  17. Huaaduuuhh, kacaauuu jadinyaaa...
    Pake detail segala pula sebutnya, guru2 dan orangtua siswa, huaduuuhhh...

    BalasHapus
  18. Huaaa kok bisa itu kebawah mimpi nyebut nyebut nama lelaki lain, duh jadi pengen tau kelanjutannya gimana ini

    BalasHapus
  19. Jadi deg-degan sendiri bacanya, Mbak..haha. Keren ih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah ditunggu kelanjutannya ya

      Hapus
  20. Wahh, tiba-tiba pas baca ini hatiku jadi gelisah. Speechless ihh. Penasaran mba sama lanjutannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sabar ya mbak ditunggu kelanjutannya terimakasih

      Hapus
  21. Wah, ampe kebawa mimpi gtu..bahaya ini
    Jadi perang gak y?
    Hihi
    Lanjut ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibikin perang nggak ya? atau disudahi?

      Hapus
  22. Yaa kok bersambung sih, jadi penasaran nih dengan kelanjutannya. Kira-kira apa yang terjadi ya setelah Susan menyebut nama Ammar tapi untungnya itu cuma mimpi ya.

    BalasHapus
  23. Waduh bahaya. Mimpi sampe nyebut2 nama cowok lain. Jelas suami marah lah

    BalasHapus