Tahun Baru Kali Ini Bukan Milikku . . .


Diambil dari link liputan6.com official

Pagi ini ramai bunyi hpku dari kawan kawan , orang tua murid  , murid , kerabat atau kolega ku di komunitas maupun urusan kerja . Mengucapkan selamat  menyambut tahun baru . Ah maaf  , terimakasih dan bukan tak menghargai , rasanya sejak lama tahun baru tak pernah ku nikmati . Bukan tak ingin ikut bersenang senang , atau ingin rehat sejenak dari kesibukan dunia selama setahun sebelumnya . Aku adalah single fighter dan single parent sejak lama , lebih lama dari siapapun yang tahu . Melewati hari hari dengan penuh perjuangan untuk dapat berjalannya keluargaku ini . 3 jagoan hadiah Allah yang harus kupertanggung jawabkan nanti pada sang Maha . Sejak krismon 1998 hingga wafatnya  awal 2013 , kepala keluarga dirumah ini betul betul lumpuh dari aktifitas apapun . Jadi wajar yang ada dikepalaku bagaimana stabilitas ekonomi dan keberlangsungan rumah ini tetap berjalan tanpa harus menggadaikan keimananku . Aku sadar ini semua adalah kehendaknya.  Menjadi manusia pilihannya agar dapat fight , tangguh menghadapi segala ujian dan cobaan manusianya . Dan aku yakin akhirnya adalah naiknya iman dan bekal yang akan kubawa pulang .

Aku hanya membalas sekedar nya seraya mendoakan seperti ini : " Semoga tahun kedepan kita semua lebih baik lagi dalam iman dan ibadah yaa , senantiasa dilimpahkan kebahagiaan , kesehatan , dan nikmat ihsan islam . Anak anak yang sholeh kebanggaan dunia akhirat . .salam juga buat keluarga " . Itu saja umum , tanpa harus mengaminkan acara kedunia an tahun baru dari masa ke masa yang kupikir sama , hanya membuang waktu dan biaya untuk hal hal yang tak berguna . Iya sih bisa dilihat dari sisi silaturahmi , tp tak harus kan menghambur hamburkan uang atau melakukan. Hal hal yang tak bermanfaat , seperti bakar kembang api atau petasan untuk nikmat sesaat .

Jujur bukan apriori karena tidak punya uang , atau membenci acara acara seperti itu.  Namun kupikir bila diisi dengan hal hal yang lebih bermanfaat tentu lebih bermakna , seperti istigotsah , silaturahmi dengan diisi sharing atau pengajian bersama mengajak ibadah lebih baik , santunan anak yatim , atau berkunjung ke orang tua meminta keredhoan dan keberkahannya . Dan masih banyak lagi .

Kebetulan tahun ini tanggal 1 jatuh hari jumat , subhanallah kalau sampai malamnya bergadang , jumatannya lewat , sungguh . . .ter . . .la . .lu ( bang rhoma.com) . Sedangkan kamis nya enak sekali untuk puasa senin kamis . Mumpung libur ngajar dan selagi bisa . Malamnya diisi acara yang lebih bermanfaat , contohnya aku , kumpul bersama 3 jagoanku.  Kemarin aku sudah membeli snack makanan ringan sebagai syarat untuk kebersamaan kami . Murah meriah hanya dengan 40 ribu sudah dapat 7 jenis makanan ringan masing masing seperti empat kg . Alhamdulillah , masih kebeli . Bagaimana dengan yang diluar sana , yang keadaannya memprihatinkan dari pada kita ?

Sahabatku yang suaminya didalam penjara , sharing denganku . Bagaimana sebenarnya petugas petugas di lapas sangat tidak manusiawi . Sudah makannya miris seenak jidat , dan punglinya itu yang mashaallah . Kelewatan . Aku jadi tahu kehidupan didalam penjara ya dari sahabatku itu . Memang suaminya sedang diuji kasus hukum , tergelincir dan terjebak oleh kolega kerjanya , akhirnya harus mendekam dipenjara sampai tahun 2016 ini .

Di tahun baru ini , suaminya  sahabatku mengeluhkan tentang pungutan 25 ribu per napi . Bayangkan kalau per kamar di aula ( masing masing aula ada 5 blok , setiap blok ada 4 - 5 kamar ) kehitung kan uanganya ? Belum lagi blok tahanan anak ( kebetulan lapas ini lapas laki laki semua ) , blok penampungan untuk mereka yang belum divonis titipan kejaksaan . Baru pagi sahabatku kirim uang 100 ribu untuk suaminya , itupun tidak rekening suaminya melainkan , ada jasa pengambilan 5 persen , kalau petugas yang ambil bisa uang sebungkus rokok yang harganya 15 sampai 20 ribu lumayan kan ? Hhhhh.

Aku yang mendengarkan saja ingin nangis dan miris , ngelus dada , napi itu sudah tidak bisa berbuat apa apa , sekuat kuatnya keuangan , tetap saja dengan biaya apa apa yang tidak gratis boncos juga . Aku tahu sejak prosesnya saja dari mulai kepolisian , kejaksaan hingga penahanan berapa uang yang sudah dikeluarkan keluarga . Demi lancarnya proses tersebut. Sudah habis habisan . Bagaimana bila mereka yang tidak punya keluarga ? Siapa yang akan menanggung , mungkin tak heran untuk bertahan mereka harus jadi tukang minta minta atau modus bagi kenalannya di Luar pura pura suka lah , jatuh cinta lah demi mendapatkan suplai uang dan makanan untuk bertahan . Itu belum bicara rokoknya .

Kembali ke pungutan 25 ribu itu , untuk apa ? Untuk petugas senang senang menikmati malam tahun baru dengan menyalakan mercon , kembang api bahkan hingga minuman keras atau narkoba . Bukan rahasia umum , di Luar memang pengumumannya tidak menerima pungli , no hp.  Bebas narkoba dsb.Kenyataannya? Jauh api dari panggang . Gila ya mentalnya !!  Belum lagi semalam katanya petugas mengedarkan  makanan nasi bungkus dengan pepes yang harus dibayar 20 ribu per kepala !! Gila yaa . . .pemerasan ini , kalau tidak maka napi akan ditendang dan dimaki maki seenaknya . Ya Allah . . .tidak manusiawi dan makan dengan uang yang tidak halal . Lah gimana nggak halal coba bayangkan pembaca . . .

Dimana revolusi mentalnya , belum lagi kalau keluarga menjenguk itu napi tiap pintu dimintakan uang juga . Bukannya senang ditengok keluarga , malah harus keluar uang . Bagi yang banyak uang lumayan.  Bagaimana yang keluarga tidak mampu ? Lepas ya mereka salah atau tidak . Wajar suami sahabatku badannya turun drastis dari yang gempal kini lebih kurus dan tirus . Aku mwnghiburnya.  Lumayan , aku saja mau kurus nggak bisa mbak he he ( miris.com)

Itu kenapa kukatakan tahun baru seharusnya tidak ku nikmati dengan senang senang walau sesaat.  Ya itu ikut merasakan kesedihan orang orang yang bernasib tidak beruntung sepertiku . Aku merasa diriku lebih beruntung dari pada sahabatku ini.  Namun sebagai sahabat aku hanya bisa mendengar curhatnya dan memotivasinya dengan sabar . Bisa merasakan , bagaimana kalau posisiku seperti itu . Jadi kupikir tahun baru kali ini bukan lagi milikku . Milikku adalah apa yang sudah allah karuniai dan wajib kusyukuri.  Kujaga  jangan sampai aku menjadi manusia kufur nikmat .

Posting Komentar

24 Komentar

  1. Eka Cahyaning Wulan
    XII AP2

    BalasHapus
  2. Eka Cahyaning Wulan
    XII AP2

    BalasHapus
  3. Ade nur fitriyani
    XII.AP1

    BalasHapus
  4. Gilang Nurdiansyah
    XII TKJ 3

    BalasHapus