Mengapa Anak Kita Tidak Cinta Masjid ?

diervie.wordpress.com

Membaca postingan teman facebookku , tentang keluhan bagaimana mesjid menjadi tempat yang sungguh tidak ramah untuk anak anak saat ini . Sebenarnya tidak seluruhnya benar , namun tidak juga salah pendapat itu . Di Indonesia itu mesjid banyak , namun miskin sekali orang orang yang menghidupkan dan memakmurkan mesjid . Mesjid hanya ramai di awal masa pembangunan , entah tujuannya untuk menarik simpati atau donatur saja . Namun setelahnya . . .mesjid sepi dan hanya ramai diwaktu waktu tertentu . Berdasarkan pengalamanku yang sempat berdakwah sejak tahun 1990 hingga 1998 , ini pendapatku dan solusinya  :

  1. Anak anak dilarang bermain di masjid , alasannya akan menimbulkan kegaduhan dan ketidak khusyukan mereka yang berniat ibadah dan sholat di masjid .   Solusinya adalah : Kalau Imam masjid dan pengurus masjid bersepakat untuk sama sama mendidik anak anak siapapun yang datang ke masjid , membiasakan anak anak sejak kecil untuk tertib dan disiplin tanpa melupakan kebahagiaan mereka belajar sambil bermain , saya yakin  bisa berdasarkan pengalaman saya menjadi pendidik dan mengajar di kelas 2 SD  2 tahun  dan mengajar TPA  4 tahun  , akan banyak anak anak yang mencintai masjid sebagai tempat bermain yang islami . Memang capek di awal , tapi dengan kesabaran dan kerja sama semua pihak saya yakin semua bisa . Bahkan mereka bisa menjadi pasukan terdepan yang bisa kita andalkan . Ketimbang orang tua yang yang sudah sangat sibuk dengan aktifitas masing masing . 
  2. Mesjid sering dikunci , karena sering kekurangan orang atau marbot yang mau ikhlas mengurus masjid  juga takut barang barang di masjid hilang . Solusinya adalah : merekrut remaja remaja yang mau ikhlas mengurus masjid dan piket secara bergantian . Diminta untuk menjadikan Muazin ( orang yang suka azan red . diwaktu waktu yang kosong dari aktifis orang dewasa ) . Mau membersihkan masjid dengan memberi upah sebagai motivasi yang diambil dari kotak amal masjid seikhlasnya , syukur syukur mereka tidak mau diberi upah . Itukan bagaimana didikan ortu dirumah  . Yang penting ditanamkan kesadaran , bahwa masjid adalah milik kita bersama , kalau bukan kita ? siapa lagi ? mengandalkan orang dewasa ? Orang yang hanya pintar agama saja ? yang boleh masuk masjid ?
  3. Masjid hanya menjadi tempat orang orang yang menganggur ( bagus sih masih ingat masjid ) , orang orang pensiunan ( alhamdulillah , diakhir hidup masih ingat masjid ) . Tetapi mereka mereka ini kurang memiliki keperdulian terhadap anak anak , dalam artian kurang berkenan jika anak anak kecil atau anak muda ikut meramaikan masjid , takut popularitasnya jadi tersaingi ( hihihihi maaf ) dan ga mau repot atau cape ngurusin anak anak atau remaja  . Bukan rahasia umum , terkadang bila menjadi aktifis masjid , dan baru bisa sekedar membaca al-quran , menjadi imam , mudah sekali orang orang ini menjadi sombong dan lupa , bahwa semua orang juga ingin menjadi shaleh dan sholeh . Lebih bagus jika itu dibiasakan sejak kecil . Wajar bila susah sekali membiasakan anak anak untuk menjadikan masjid sebagai basis pendidikan islam sejak kecil .
  4.  Masjid hanya diisi dengan pengajian ibu ibu itupun yang sepuh sepuh yang rajin , atau sekedar tempat sholat di waktu waktu tertentu . Selebihnya ? i dont know he he . Padahal , jaman rosulullah masjid dipakai sebagai tempat segala aktifitas terlebih tempat pendidikan islam segala usia . Saya membayangkan masjid jadi pusat aktifitas kegiatan umat islam bermula disini . Dari yang namanya TPA , muhasabah , posyandu kalau perlu , tempat bermain yang islami , tempat pertemuan warga membicarakan kemaslahatan umat  dan lain lain . Di Pakistan , Bangladesh atau negara negara timur tengah menjadikan masjid sebagai basis kegiatan dan menanamkan islam dalam diri anak sejak kecil . Sehingga masjid masjid disana ramai , anak anak tidak takut dan di makmurkan . Tidak pernah sepi atau takut kehilangan speaker / TOA dsb . 
  5. Saya tahu tidak semua masjid begitu di Indonesia , masih banyak masjid yang ramai dan hidup dengan kegiatan islam yang positif . Saya minta maaf jika pendapat saya ini salah . . .tapi itulah yang dirasakan oleh banyak orang . 


Posting Komentar

12 Komentar