Diambil dari : hendry1131005.blogspot.com

Untung kejadian itu tidak membuat kami larut dalam jebakan syaiton , Akupun sangat malu , tetapi bahagianya itu loh , rasanya seperti gadis lagi . Sejak itu aku mulai kasmaran lagi , pikiranku selalu ke abi . Hingga suatu saat , aku kehilangan komunikasi dengannya . Smsku tidak pernah kubalas , begitu juga telpku tidak pernah tersambung . Seperti hilang ditelan bumi . Aku sempat uring uringan dan merasa gelisah . Hingga lewat lebaran belum juga ada kabarnya . Disaat itulah aku mulai putus asa . 

Seorang kawan tanpa sengaja memperkenalkanku dengan seorang laki laki berumur 35 tahun . Yang juga aktif di organisasi yang kami ikuti bersama . Berawal dari perhatian perhatiannya yang menggoda , dan teman temanpun mendorongku untuk mau , namun aku belum mau . Aku belum bisa move on dari abi . Namun Ryan begitu panggilannya walau aku belum terlalu hafal dengan namanya , begitu jago meluluhkan kewanitaanku yang mulai terbangun oleh abi dulu , dengan telp nya sehari 3x , smsnya bahkan kami sempat bertukar nomer BB . Keyakinanku saat itu dia single aku single gapapa toch pikirku .




Hingga kejadian pada malam itu , aku harus pergi rapat ke Pasar Minggu untuk organisasi dimana selama ini aku aktif untuk mengisi waktu . Ternyata rapat di organisasi pusat sampai pukul 10 malam , sedangkan mobil sudah tidak ada , Ryan menawarkan aku tumpangan hingga pulang kebetulan arahnya sama . Kulihat malam semakin larut , aku menyesali mengapa rapat selesai semalam ini . Tapi inilah reksiko kami mau menghadapi kegiatan akbar 2 hari lagi . Tak sadar ada lubang yang motor Ryan lewati , aku melingkarkan tanganku spontan pada pinggang laki laki itu . Dan menempelkan badanku , aduuh kenapa lagi aku pikirku . Kok jantungku deg degan . Ryanpun ternyata menarik tanganku lebih rapat , Masyaallah hujan pula . 

Kami tidak ada yang membawa jas hujan . kami berteduh di bawah jembatan yang sudah banyak yang ikut menepi . Tinggal sedikit tempat bagi kami berdua , saat itu jarak kami begitu dekat . Kudengar nafas Ryan yang memburu dan akupun menikmati itu . Hingga hujan reda , dan kamipun masih harus melewati Cikini . Untuk sampai kerumahku yang berada dipinggiran Jakarta , Cakung . Entah kok bisa nyasar kesini . Diperjalanan kami saling membisu , namun tanganku justru malah memeluk erat pinggang Ryan .

Jalan Allah untuk mengujiku benar benar berat , Ryan kehabisan bensin , sementara tidak ada tempat atau pom bensin yang kami temui . Sementara aku sudah lelah dan ngantuk sekali , begitu juga Ryan . Entah setan apa yang ada di kepala kami , hingga akhirnya kami memutuskan untuk mengambil penginapan dipinggir jalan untuk beristirahat dulu . Besok pagi pagi baru melanjutkan lagi sambil mengisi bensin . 

Entah justru bukan kantuk yang kurasakan disana justru disitulah kejadian terkutuk itu kami lakukan . Ya Allah , aku menangis dalam hati begitu lama tidak pernah kulakukan aku seperti bensin yang tersulut api . Mungkin juga abi yang memulai benih ini . Aku amat sangat malu , justru bahkan tidak mampu memejamkan mata setelah itu . Ryan kulihat malah pulas seolah tanpa beban .


Setelah kejadian itu , Ryanpun ditelan bumi . Kutanyakan pada teman teman tidak ada yang mampu menjawab . Kontaknyapun mati total . Aaach bodohnya kamu !! kutukku pada diri sendiri , mudah sekali kamu menyerahkan diri pada laki laki muda dibawah umurmu yang baru beberapa bulan kukenal . Sejak itu aku merasa menyesal , Hafsah yang tidak mengerti keadaan hatiku , hanya berusaha menghibur dengan pelukannya yang selalu hangat untukkku . Dia sudah teramat dewasa menghadapi aku uminya . Dia tahu aku menyimpan banyak kesedihan yang tak pernah mampu kuungkapkan . ( Bersambung )