Mengapa harus ada Malam Tahun Baru . . .

                                                           Diambil dari INILAH.COM

Aku hanya dapat mendengarkan hiruk pikuknya bunyi petasan dan kembang api , yang silih berganti terus berbunyi memekakkan telingaku. Bukan aku tidak suka, batinku hanya berkata , duh Gusti Allah andai petasan dan kembang api yang harganya pasti amatlah sangat mahal itu dikumpulkan kemudian diganti dengan uang yang kemudian dibagikan kepada kami yang begitu sulit menghadapi hidup . Pasti tidak akan ada tangisan dan pertengkaran menjelang malam pergantian tahun 2011 ini.

Masih terngiang ditelingaku perkataan si Tole anakku yang mbarep. “ Mbok aku mau ikutan temen-temen mbok..kumpul-kumpul nyambut tahun baru “ katanya dengan keras. Padahal ayahnya sedang tergoler lemah karena sakitnya yang sudah 1 bulan ini , ya kami tak mampu membawanya kerumah sakit. Membayangkan pasti akan dimintanya untuk dirawat. Karena lukanya yang terus bernanah. Sedangkan untuk makan dan sekolah anak-anak saja sudah pas-pasan. Masih dapat kuucapkan Alhamdulillah . hanya kemana lagi aku harus mencari uang untuk merawat ayahnya anak-anak. “Le ayahmu lagi sakit , mbok kamu ngerti...dirumah ajha ya le...Lagipula itu bukan acara kita , nanti kamu malah bengong dan malah cenderung ikut-ikut. Kita ndak sama dengan merreka Le...” suaraku tercekat menahan tangis. Aku mengerti dia pasti ingin tau dan terpengaruh dengan teman-teman dan TV yang diitontonnya. “ Iya mas mbok kamu kasian ma simbok dan ayah. Tau dirilah mas...” Adhi adiknya berkata dengan geram.

“ kowe tu ndak ngerti , wis jangan ikut-ikutan “ berang anakku Tole melawan adikknya. “Wis,wis sudah...kalau kamu mau pergi , ya sudah lah le jangan ribut , kasian ayahmu sedang nahan nyeri kakinya . Tapi si mbok gak bisa nyangoni apa-apa ya le. Simbok belum gajian ...” kataku menengahi, walau sedih. Ya Allah , bukan salah Tole yang punya keinginan , salah kami yang tak mampu memberinya kesenangan. Haruskah kusalahkan keadaan, mengapa harus ada Malam Tahun Baru , sehingga membuat siapapun ingin merayakan, tak perduli kantongnya kempes. Mungkin buat mereka yang berduit tidak masalah membuang uang demi kesenangan atau membeli hiburan. Melepas kepenatan, setelah setahun kerja. Aku hanya bisa menyesali diri....



Ide Cerita , Tahun Baru , Awal Januari 2012

Posting Komentar

7 Komentar