Saat aku sedang melaksanakan perkuliahanku di Pasca sarjana Unindra Jakarta , dan jam ke-3 dosen Problematika Pembelajaran MIPAku tidak masuk , aku agak sedikit jenuh , karena lumayan menunggu dosen berikut adalah hampir 3 jam . Dosen sebelumnya seharusnya jam 16 keluar setengah jam sebelumnya sudah keluar , dan dosen terakhir baru akan mulai jam 18.30 terpotong istirahat sholat Maghrib . Kebetulan saat itu aku sedang tidak sholat , jadilah aku hanya duduk menunggu dikelas . Sebagian teman ada yang sibuk keluar , atau ke TU untuk melakukan pembayaran UAS , ach tak terasa sudah mau UAS semester 2 saja . Subhanallah tidak terasa .




Aku coba menghidupkan “Wifi “ dari Hp ku dan menggunakan untuk membuka facebookku . Setelah tersambung , kubaca pemberitahuan di beranda , sebuah berita menyedihkan , anakku muridku yang tahun lalu kelas 10 nya aku yang menjadi wali kelasnya ,memasang gambar ibunya yang sedang kritis dan koma di rumah sakit dengan selang yang terpasang di mana mana . Aku kaget sekali , padahal 2 hari sebelumnya aku baru saja melihat muridku itu bersama ayahnya ke sekolah untuk mengambil raport yang terlambat diambilnya . Kebetulan temanku yang menjadi walikelasnya sekarang di kelas 11.


Saat itu , aku memang sibuk sekali dan tidak sempat bertegur sapa dengan ayahnya muridku itu dan menanyakan kabar ibunya . Padahal dulu dikelas 10 , sering sekali aku bertemu dan berkomunikasi dengan ibunya bila ada permasalahan atau mengambil raport . Dalam hatiku sempat bertanya Tanya saat itu kenapa yak ok ayahnya yang mengambil . Kini baru kutahu kalau mungkin sebelumnya sempat sakit . Sehingga harus ayahnya yang mengambil raportnya . Aku sempat koment dan mendoakan serta memberi support ke muridku itu . Lalu dia jawab , “ Iya Mi , terimakasih . . . aku masih butuh mama balasnya pada komentku itu . Aku tetap support . Alhamdulillah memang aku selalu dekat dengan siswa-siswaku walau sudah tidak jadi peganganku , dengan segala kejadian yang pernah terjadi antara kami .


Aku sempat melupakan dia , saat sabtu aku mengajar dikampus STKIP KN Cibitung dan minggu harus mengawas UAS mahasiswa semester ganjil . Hingga masuk berita meminta pertemanan di FB dari seorang kawan masuk ke Hpku . Lalu saat kubuka beranda , ternyata muridku Yola yang sekelas dengan temannya yang ibunya koma tersebut memberitahukan bila ibunda tersebut telah berpulang saat itu . Aku syock dan kaget , kalau tidak boleh kubilang merinding bulu kudukku . Mengapa , karena aku belum sempat menengoknya di rumah sakit karena kesibukanku .


Karena mereka punya group sebagai penghubung kelas kami dahulu , aku segera men share berita tersebut . Dan membuat status berita duka di wallku agar terbaca oleh teman guru dan teman teman sekelas lainnya . Tak lupa support dan semangat kuberikan agar dia dan keluarga muridku yang tertimpa musibah itu diberi kekuatan dan ketabahan . Aku tahu pasti anakku itu sangat terpukul . Juga kuinfokan 1 anakku yang saat ini kelas 12 yang kelas 10 nya juga kupegang sebagai walasnya , ditinggal ayahanda tercintanya . Kuminta mereka kuat dan tetap melanjutkan semangat untuk menunjukkan suksesnya kepada orang tuanya yang sudah meninggal sebagai kebanggaan karena perubahan kedewasaan .


Aku sempat terhenyak, 2 bulan ini 2 muridku dikelas yang berbeda , 1 siswi dikelas 11 sekarang , dan 1 siswa dikelas 12 sekarang , sama sama dulu kelas 10nya aku pegang sebagai walikelasnya . Kuingat saat ada kejadian , yah yang namanya anak , biasaaa dimasa peralihan dari kelas 9 SMP ke kelas 10 SMK . Masih banyak yang labil dalam menemukan jati dirinya . Yang siswa dulu merasa jurusan yang dipegang saat itu bukan pilihannya . Dulu dia menginginkan jurusan Otomotif tetapi orang tuanya menginginkan dia di Akutansi . Walhasil yang terjadi adalah selama hampir setahun , jatuh bangun dia melewati kelas 10 nya. Dari sering bolos , kabur saat jam belajar dsb . Aku berkali kali harus sering berhubungan dengan ibunya . Yang selalu memohon aku untuk lebih membimbing siswa tsb . Orang tuanya marah dan menasehati sudah tidak mempan . Begitu juga nasehatku , saat kuajak bicara dari hati ke hati . Sampai terakhir kukatakan padanya , apakah dia akan mau berubah dan memberikan perbuatan baiknya kepada orang tua , setelah orang tuanya tidak ada terlebih dahulu seperti aku saat itu ? Kutanya padanya . Ya aku memang sudah ditinggal suamiku pada bulan Januari 2013 , dan aku bicara yang terakhir padanya adalah menjelang Ulangan Umum Bulan Mei akhir .


Dia saat itu hanya terdiam dan kututup kata kataku dengan , “ Mas , anakku bang Luhfi itu sampai harus menulis di latihan soal ujiannya , dia bilang , kenapa kamu cepat pergi yah , disaat aku butuh kamu . Mataku saat itu sambil menangis , ya sedih aku membacanya ketika tanpa sengaja kubaca kertas latihan ujiannya waktu sebulan lalu . Siswa itu terdiam dan sempat berjanji akan berubah . Memang saat kelas 11 kupantau dari kawanku , lumayan sudah banyak berubah . Alhamdulillah semoga dalam hatiku saat itu . Dan kini dia kehilangan ayahandanya seperti anakku juga . Aku bisa mengerti terpukulnya seperti apa , terlebih dia anak bungsu , dan sudah berubah . Aku sempat mengkhawatirkan dia akan sempat ngedown , syukurlah 2 minggu lalu saat aku diberi kesempatan mengajar pendalaman materi/PM , dia sudah bersemangat , bahkan punya kemajuan pesat dipelajaran PMku matematika yang itu 1800 perubahannya dari saat belajar dikelas 10 nya .


Begitu juga anakku siswi kelas 11 yang baru saja ditinggal ibunya , mengalami hal yang serupa . Sebagai gadis remaja , dia memang melewati masa masa labil kedewasaannya . tertutup dan bermasalah dengan ibu dan kakak perempuannya . 2 kali terlibat masalah , terakhir dengan kelas lain , yang membuatnya hampir kena skorsing sebagai hukumannya . Karena kasus terakhir itu sudah ditangani pihak BK/ BP sekolah . Aku sendiri sudah gemas dan hampir marah dibuatnya , Tapi rupanya dia terselamatkan dengan situasi dimana dia harus dirawat karena masalah pencernaan . Tapi aku sudah sangat keras sekali pada ibunya untuk menasehati putrinya itu . Padahal ibunyapun minta tolong padaku karena sudah tak mampu lagi . Hingga akhirnya kupanggil khusus dan kunasehati panjang lebar . Dan diujung nasehatku ya itu . Agar memberikan sikap dan perbuatan terbaik untuk orang tuanya . “ Kapan lagi coba mbak kamu mau nyenengin mereka dengan sikap baikmu ? Nunggu sampai kamu tidak punya kesempatan ? Entah kamu / atau orang tua kamu yang tidak ada duluan . Kita semua inikan ‘Camat ( Calon Mati ) ’ kataku agak keras untuk segera sadar . Dengan memberi contoh , sekali lagi alm suamiku sebagai contohnya , yang harus cepat meninggalkan kami , disaat anak anak masih membutuhkan bimbingannya .


Dan kini terjadi betul betul , ibunya berpulang lebih cepat , padahal tgl 24 Desember 2014 masih ikut Natalan dilingkungan gerejanya , bahkan sempat menitip anak anaknya pada temanku yang juga menjadi pendeta dilingkungan rumahnya. Tanggal 26 Desember 2014 tersenggol sepeda , namun yang menyenggol dengan keras kabur rupanya . Namun saat itu oleh ibunya tidak dirasa rasa , padahal ketika koma sempat divisum kalau tulang pinggangnya ada yang patah dan retak , masyaallah . Tapi ibunya itu tidak merasakan , mungkin karena saat itu dekat tahun baru , dan setelah itu harus bekerja kembali sebagai tenaga lepas di suatu usaha Laundry dekat perumahannya . Namun sebelum tanggal 9 rupanya sempat jatuh dikamar mandi dengan posisi belakang kepalanya terbentur dan terjadi penggumpalan darah , akhirnya kritis dan koma . Lalu dengan cepat berpulang .


Saat kami datang tanggal 12 untuk bertakjiah kerumahnya , jerit tangis anakku itu dan keluarganya menangisi kepergian ibunya . Aku tercenung . Ya Allah , mengapa harus kematian , sebagai nasehat terakhir , ketika seorang anak / remaja tidak mampu kami nasehati . Tapi kutepis perasaan itu , mungkin ini sudah jalanmu ya Allah . Engkau yang memberikan kesempatan hidup anak manusia , engkau pula yang berhak untuk mengambil . Doaku adalah mereka yang baru saja ditinggal orang tuanya , menjadikan ini untuk lebih bersemangat untuk berubah bahkan menjadi anak berprestasi . Karena kini orang tuanya tinggal 1 . Begitu juga harapanku pada anak anakku sendiri , yang Alhamdulillah sangat sholeh bagiku . Karena sudah hampir 2 tahun ini mereka begitu menjagaku dan berusaha memberikan sikap terbaiknya dan prestasinya . Semoga ini sampai mereka dewasa dan berumah tangga kelak ya Allah . . . amiiiin tutupku dalam hati . Dan besok 15 Januari 2015 tepat 2 tahun almarhum suamiku meninggalkan kami , semoga Allah selalu memberikan tempat terbaikNya sesuai amal dan perbuatannya , dilapangkan kuburnya dan dijauhkan dari siksaNya . Amiiin yra.

Griya Tambun . 14 Januari 2015