JADI GURU TUH , BAHAGIANYA DISINI NIIIIIIIIIIICH !! ( 4 )



Namun begitu aku pulang , ternyata lowongan itu sudah terisi oleh mutasi dari Kerawang . Aku sempat kecewa saat itu . Tapi ya sudahlah , belum rejeki . Gantinya , sahabatku menawarkan aku mengajar privat matematika di Bimbel temannya yang guru Fisika. Disitulah dimulai kembali perburuan semangatku yang ternyata justru mulai dari situlah jalanku menjadi guru professional dimulai . Padahal honorku saat itu sebagai guru privat dengan jam terbang sedikit aku hanya mendapat 170 ribu . Terpaksa aku sering jalan kaki pulang , supaya irit pengeluaran untuk rumah . Dan aku sempat kena cacar lagi diusiaku yang tak lagi muda , 33 tahun waktu itu . Mungkin tidak biasa jalan kaki lagi seperti waktu aku sekolah dulu he he .



Tidak sampai setahun mengajar disitu , aku mulai memiliki beberapa relasi guru yang saat itu sudah seperti adikku sendiri . Dan itu membuat rejekiku perlahan mulai bertambah , selain jam terbang mengajar bertambah juga . Aku juga mendapat tawaran mengajar disebuah SD yang ternyata disitulah karirku yang bagus dimulai . Dari mulai menjadi wali kelas favorit karena selalu diperebutkan untuk dipilih ortu memegang anaknya , menjadi guru Matematika –IPA , wakil kepala sekolah bidang kesiswaan , hingga menjadi Kepala Sekolah walau hanya 2 tahun , karena aku memilih mencari pengalaman disekolah lain .


Berkah demi berkah sebagai guru mulai kurasakan dan kunikmati . Apa saja ? mulai dari rizki tambahan keluarga , walau kumulai saat pertama mengajar adalah 500 ribu rupiah , Tapi ada gaji lebih dan berkah yang lebih dari itu . Dan tidak akan mungkin kudapatkan bila aku menjadi pegawai atau karyawan . Orang tua murid yang baik baik dan sudah seperti saudara . Kenapa ? karena walau aku sudah tidak mengajar lagi di SD itu , tapi anak anaknya lanjut hingga ada yang sampai lulus SD , lanjut SMP bahkan sampai ada yang hingga lulus SMA , Subhanallah . Ya aku memang kini juga dikenal sebagai guru privat matematika dari SD sampai SMA .


Hal yang paling indah dan kunikmati saat menjadi guru SD kelas 2 adalah aku seperti dipinjami anak anak perempuan yang lucu lucu . Dan aku sempat larut mendidik mereka , kadang berlebih member perhatian . Walau semua juga mendapat perhatian yang sama , tapi terhadap anak gadis perhatianku akan lebih lagi . Apalagi kalau mereka mau bermanja ke aku , kadang minta kusuapi , kupasangi kuncir , mendengar lagu lagu dari hpku dulu yang isinya lagu lagu . Pasti akan bernyanyi bersama , sampai sampai murid laki lakinya iri dan minta diajak menyanyi juga . Dan hingga kini hubunganku dengan mereka begitu terjaga . Tidak pernah aku mengeluh , walau mungkin kata teman anak anak itu hyperaktif , tapi sangat aku nikmati peran itu . Asyiik juga jadi guru SD . Aku bangga sekali mereka masih mengingatku hingga kini , terlebih prestasi mereka juga bagus . Waduh bangganya tuh disini niiiiich ( tunjukku dalam hati , dada .Red ) .


Begitu juga saat aku memegang kelas 5 , kelas 3 , kelas 4 terakhir , diroling secara bergantian . Pernah dalam kelasku ada 3 anak super yang teman teman mengatakan autis . Tapi kusebut anak berkebutuhan khusus . Aku tidak menemukan masalah yang berarti . Hi hi ingat pengalamanku sendiri yang memiliki 3 anak yang sangat hyperaktif tidak bisa diam . Tapi Alhamdulillah sekarang mereka sudah besar dan membanggakan aku inshaallah sholeh . ( bersambung )

Posting Komentar

2 Komentar

  1. inspiratif banget, bu.. salut. Andaikan saya bisa seperti ibu. :)
    jadi pegawai swasta dengan posisi bagus tidak membuat bahagia, tapi jika bisa jadi guru dan ilmu selama kuliah bisa bermanfaat kepada orang lain akan sangat lebih berharga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bu alhamdulillah . . . maaf baru kebaca pesannya

      Hapus