JADI GURU TUH , BAHAGIANYA DISINI NIIIIIIIIIIICH !! ( 3 )


Sebenarnya mulai kuliah tahun 1990 aku juga sudah mulai ditawari mengajar di SMP Al-Irsyad sebagai guru biologi selama 2 tahun . dan juga guru TPA di Masjid Al-Ghifari . Tapi ya itu rohnya belum ada nempel di aku . Masih hambar kurasa , kurang nggigit .Aku malah lebih suka ngajar ngaji atau agama islam karena sedang ghirah ghirahnya keislamanku yang berlatar belakang islam kejawen .



Aku memang besar dengan didikan Islam kejawen orang tua Jawa . Walau disuruh ngaji , tapi hanya sebatas mulut saja . Belum dihati dan niat . Jadi mulai di IPB itulah aku serasa mendapat hidayah , aku yang dulu tomboy dan suka pakai celana pendek ketat( apalagi senang kegiatan olah raga seperti basket ) dan celana jeans ketat , kini betul betul tahluk pada panggilanNya. Sayang papa dulu sempat tidak mendukung , khawatir merubah cita citaku dan sekolahku .


Papa sempat kecewa saat aku tidak berangkat ke Bengkulu , tapi aku beri pengertian bahwa ridho suami adalah ridho Allah . Dan aku berjanji akan tetap melaksanakan cita cita papaku . Untuk menjadi jago matematika he he ( walau aku hingga saat ini belum jago jago amat siiiiiich ) . Dan suamiku saat itu dalam keadaan mapan memberiku ide untuk membuka TPA karena saat itu yang mengaji dirumah kami ada 10 anak setiap harinya . Dan itu kulaksanakan dengan bahagia dan professional . Bahkan sempat hampir 300 siswanya karena memang jarang sekali tempat ngaji diperumahanku dulu waktu itu . Disitu aku tidak hanya mengajarkan baca IQRO saja , juga menyanyi dan bercerita , jadi TPA ku sempat jadi favorit . Dengan biaya Rp 75.000 di tahun 1994 -1998 diawal setara TK biasa , oleh orang tua di iyakan saja . Sehingga kesepianku karena sudah menikah hampir 5 tahun belum juga dikaruniai momongan , bisa terobati dengan memiliki murid laki laki dan perempuan , bahagianya . Baru pada Juni tahun 1995 lahir jagoan sulungku disusul kedua adiknya . Sehingga selama hampir 4 tahun aku memiliki 3 orang anak laki laki .


Aku sempat Berjaya selama 4 tahun mengurus dan mengajar TPA . Tapi Krisis Moneter 1998 kembali merengut semangat mengajarku . Suamiku bangkrut dan harus berpindah pindah tempat tinggal mencari penghidupan . Aku sempat terpuruk semangatku . Ditambah harus mengurus 3 anak laki lakiku seorang diri , karena untuk pembantu kami sudah tidak sanggup . Dan semangatku kembali meletup saat tahun 2000 ada tawaran menjadi guru matematika di sebuah SMA di daerah Babelan Bekasi dekat rumah mama papaku waktu itu yang sudah pindah ke Bekasi sejak tahun 1990 berbarengan waktu aku diterima di IPB . Dan kebutuhan rumah tanggaku yang mulai sulit membuatku seperti justru harus menggunakan profesi itu untuk mencari tambahan keuangan rumah . Saat itu walau hanya 180 ribu untuk 30 jam mengajar , aku bahagia karena guru guru seniornya baik baik . Aku juga mendapat tambahan GTT ( Kelebihan jam mengajar PNS ) per 3 bulan sekali .


Tapi semangatku hilang lagi , padahal sedang sedangnya semangat lagi , papaku meninggal menyusul mamaku yang sudah meninggal setahun sebelumnya . Dan suamiku punya masalah kasus hukum , ditipu rekan kerjanya dll . Dan kami sempat terdampar dikota Semarang hingga Juni 2003 . Disana aku sempat lari kedunia kesehatan untuk menjadi Manager Supervisor . Tapi kerinduan mengajar mulai terasa lagi saat itu . Sahabatku Aping yang saat itu mengajar di SMAN 2 Kabupaten memberiku informasi lowongan tenaga pengajar matematika sekaligus pembuka jalanku untuk pulang lagi ke Bekasi berkumpul dengan adik adikku . Walau Semarang kota kelahiran kedua orang tuaku , tapi sudah berbeda tidak ada mama papaku . Dan aku merasa tidak menguasai daerah itu sebaik aku mengenal Bekasi . ( Bersambung )

Posting Komentar

0 Komentar