JADI GURU TUH , BAHAGIANYA DISINI NIIIIIIIIIIICH !! ( 1 )


Profesi yang dulu pernah aku nafikkan , dan aku bantah dari kedua orang tuaku dan guru Biologi SMA ku di SMA 53 Jakarta itu adalah menjadi seorang guru . Entah yaaa apa yang membuatku menolak . Padahal sejak kecil mamaku sering sekali melihat kesenanganku mengajar anak anak kecil menari di kampungku tinggal dulu sejak kecil ( kini aku tinggal di Bekasi,red) .


Sejak kecil memang mama memasukkan aku ke sanggar tari kecil kecilan punya mbak Endang di Jl Otista III dulu ( Duh sekarang dimana yaa kangen sekali sama mbak Endang dulu yang selalu sabar melatihku menari ). Sampai aku bisa menari sendiri dan menciptakan koreografi tarian , seperti lagu crisye Hip Hip Hura Hura , lagu Bornok yang aku lupa judulnya nyanyinya gini senja …habis hujaaan. Lagu Alm Utha Likumahuwa Puncak Asmara dsb. Ya Aku bersyukur sekali dulu hidupku amat berwarna dan di support mama papaku alm. Ya pernah jadi penari , menyanyi ,atlet marathon ala kampungku , basket , renang , pramuka wah senang sekali .Tapi tidak melupakan mengaji pastinya .



Kembali soal guru , kalau malam minggu duluuu anak anak kecil atau remaja pasti kumpul bermain denganku . Nah yang paling aku suka itu adalah mendongeng ke mereka soal cerita apa saja yang dahulu kadang rajin aku karang . Untungnya sih papaku suka membelikan kami novel , komik atau berlangganan majalah Hai . Majalah Hai adalah bacaan wajib yang dulu rajin dibawa papa sebulan sekali . Setelah papa baca dan stabilo , biasanya papa menyuruh kami semua anak anaknya membaca . Bergantian , dan yang paling pertama biasanya aku . Papa juga berlangganan Koran Suara Pembaharuan , ada cerpen setiap sabtu yang selalu aku tunggu. Beda sama papa yang suka sekali mengisi TTS nya . Itu kenapa aku jadi mulai suka menulis dan pernah waktu kelas 1 SMA mengirim tulisan ke Koran tersebut . Dimuat dan mendapat honor lumayan waktu itu . Rp 17.000 . Untuk ukuran tahun 1987 uang segitu besaaar sekali . Wong uang sakuku saja hanya 600 perak , 400 perak untuk bolak balik naik metromini , yang 200 untuk pegangan kas atau jajanku. Dulu beli bakwan dapat 8 buah loh .


Aku juga mendapat kiriman novel NH Dini yang judulnya aku lupa , Novel Mahabarata dan sebuah tas punggung kain berwarna merah muda. Wah bangga sekali , seorang penulis besar sekelas NH Dini memberi hadiah dengan via paket khusus . Sayang aku tidak meneruskan menulis , karena banyak yang aku mau semua kegiatan saat itu aku sedang tergila gila basket . Apalagi pelatihnya kakak kakak cantik dan ganteng yang dulu tinggal di Tanjung Lengkong , kampung Ambon kalau kubilang sih .


Bu Een guru Biologi dulu juga sering berkata “ Juli kamu tuh pantesnya jadi guru nanti , kamu telaten ngajarin temen temen kamu katanya, saat tahu sejak kelas 1 SMA aku sering menjadi asisten guru matematikaku pak Sinaga atau menjelang ulangan pasti teman teman sekelasku sudah membooking aku untuk mengajar. Aku malah meledek balik , ogah ah bu. Aku gak mau jadi guru , nanti kaya ibu lagi dapet suami guru juga , Aku kan mau punya suami yang kaya…kataku sambil tertawa geli . Bu Een hanya geleng geleng kepala mendengar jawaban nakalku . Duh kalau ingat itu , aku jadi malu . Siapa menyangka kini aku jadi guru dan sangat mencintai profesi guru itupun semenjak tahun 2000 yang betul betul baru aku geluti dunia itu secara sungguh sungguh .
( Bersambung )

Posting Komentar

0 Komentar