Kulewati lagi tahap ke 2 , abang ke 2 , jagoanku nomer 2 melewati 17 tahun usianya. Usia yang dianggap dan dipahami awal dari seseorang bisa dan mulai menghadapi kedewasaannya. Mungkin karena sudah menghadapi abang yang pertama , aku tidak terlalu kaget dan bingung menghadapinya. Walau kini tidak ada lagi seorang ayah bersama kami. Sejak satu bulan sebelumnya , aku secara diam diam sudah mencari informasi dan berdiskusi ke abangnya untuk membantu adiknya untu mengurus KTPnya . Jangan sampai seperti pengalaman abangnya sebelumnya . dimana sudah terlambat dan jadinya juga hampir 3 – 4 bulan kemudian .

“ Ibu , adek sudah besar , biar dia mengurus sendiri , abang juga dulu begitu . Ayolah bu… kasian ibu sudah lelah dan penuh pikiran , memikirkan segala hal tentang kami . Biarkan hal itu diurus adek sendiri , begitu bunyi bbm abangnya Kemal Fathurrokhman . Akhirnya aku nyerah dan belajar menguatkan diri dan membiasakan si tengah untuk belajar mengurus dan membuat KTP nya sendiri , biasanya dulu si ayah yang sering membantu mengurus dan memikirkan tentang hal hal kecil para jagoan kami . Bahkan mengantar sendiri mengajari para jagoan melewati masa tumbuh kembangnya . Kini tiada ayah , bukan berarti aku juga harus menambah pikiranku mengkhawatirkan mereka. Benar kata sulungku…

aku harus belajar mendengar. Aku memiliki keterbatasan kini . Tidak setangguh saat usiaku belum bertambah sebanyak ini . saat aku harus bisa membagi dan memikirkan pikiran antara keluarga , keluarga kecilku sendiri dan pekerjaanku sendiri. Tiga hari menjelang ulang tahunnya, abang Luthfiku mulai pergi ke RT , untuk minta surat rekomendasi mengurus KTP dikelurahan , aku hanya mengingatkan , bang foto dulu kataku . Sempat 2-3 kali kerumah pak RT kulihat pulang tanpa hasil…tapi rupanya abang Luthfi tidak patah semangat. Sempat memberitahuku bahwa beberapa bulan yang lalu dia sempat mengirim profilnya ke perusahaan , ternyata saat itu satu perusahaan memanggilnya , padahal dia mencantumkan kalau dia itu lulus bulan Juni tahun 2014 . Untungnya perusahaan mau dijelaskan lagi kalau dia masih sekolah , jadi panggilan interview itu bisa dibatalkan untuk nantinya . Tuh bu , abang kerja dulu aja ya nanti lulus ini katanya . Hadeeh aku tetap tegas mengatakan , boleh kerja tapi sambil kuliah . Karena aku punya amanah dengan si Ayah alm , bahwa apapun kondisinya sekuat tenaga mereka harus lulus kuliah S-1 setelah itu terserah mereka .

Kembali ke pengurusan KTP nya , akhirnya dia berangkat lagi untuk pergi ke pak RT , rupanya berhasil tapi yang kemudian bikin aku tertegun adalah…abang Luthfi datang membawa 2 buah KTP . “Ibu, ini ada titipan dari pak RT katanya e-KTP ibu sudah lama ditangan beliau “. Subhanallah , sudah setahun sejak kami membuatnya , saat itu sebulan menjelang wafatnya , si ayah dalam keadaan sakit dan menggunakan tabung gas Oksigen kami bawa untuk membuat e-KTP . Mataku berkaca kaca…aku ingat pertengahan Desember 2012 membuatnya waktu itu , sedangkan beliau wafat 15 januari 2013 , ya tepat setahun yang lalu . Wajah yang tergambar di e-KTP itu wajah yang terlihat tua karena sakit dan rambutnya yang hampir memutih semua . Abang Luthfi pun sempat terdiam .

Ya Allah bang di 17 tahun usiamu kini , tanpa ayah nak batinku menangis . Tapi kulihat begitu tegarnya jagoan tengahku ini . Semoga ini menjadi tambahan semangatmu melewati masa menjelang Ujian Nasional SMK yang sebentar lagi dan meraih kesuksesan di masa depanmu nanti , amiiin . Dan kusimpan e-KTP ayahnya sebagai kenangan terakhir almarhum . Dan kembali bantal dikamar ini menjadi saksi tangisanku saat menatap mereka saat tertidur pulas , ya Allah kuatkan aku melewati masa kritis kedewasaan jagoanku . Menjadikan mereka kebanggaanku dunia akhirat dan qurrota ayyun kami , amiin yra Griya Tambun City , 29 januari 2014